PT Pamapersada Nusantara Ajak Milenial Cegah HIV/AIDS

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM-PT Pamapersada Nusantara menunjukkan kepedulian terhadap penanggulangan HIV/AIDS. Kali ini, PT Pama bekerjasama dengan BLUD Puskesmas Sepaso mensosialisasikan penanggulangan HIV/AIDS bagi anak pelajar di SMK Negeri 1 Bengalon, Kamis(16/02/2023).

Sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS ini merupakan salah satu program di bidang kesehatan PT Pamapersada Nusantara dalam mengembangkan, memberdayakan serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

"Tentunya PT Pama memiliki tanggung jawab serta peran aktif dalam memberdayakan individu, kelompok atau komunitas masyarakat. Hal ini bagian dari komitmen sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bengalon," ungkap Danang CSR Section Head PT Pama.

Ia menerangkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa akan bahayanya HIV/AIDS.

Ia berharap dengan pemahaman ini diharapkan ke depan siswa bisa lebih aktif dan menghindari dari pergaulan yang bisa menularkan salah satu virus mematikan tersebut.

“Yang tadinya tidak tahu dengan adanya sosialisasi ini menjadi tahu. Jadi dengan pengetahuan tersebut siswa bisa meminimalisir penyebaran virus HIV/Aids,” terangnya dalam sambutannya.

Dia menambahkan, dengan adanya sosialisasi tersebut siswa juga diberikan arahan terhadap penderita HIV/AIDS agar tidak dijauhi. Ia mengatakan siswa harus bisa merangkul dan memberikan arahan kepada penderita untuk bisa melakukan rehabilitasi maupun pengobatan.

Sementara itu, BLUD Puskesmas Sepaso mengungkapkan, fungsi dan tujuan dari sosialisasi bukan hanya memberikan pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS. Namun juga untuk menghilangkan stigma negatif kepada Orang Dengan HIV – AIDS (ODHA).

Dijelaskannya, bagaimana cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita jelaskan bagaimana cara penularannya, jangan bergonta ganti pasangan, jangan memakai narkoba (jarum suntik bergantian). Perlu juga diingat bahwa air liur tidak dapat menularkan virus ini, dan penularannya pun tidak semudah itu," ungkapnya.

HIV/AIDS tidak akan tertular lewat kontak sosial seperti bersalaman, mencium pipi hingga makan dan minum bersama. Selain itu tidak ada ciri-ciri menonjol bila seseorang terinfeksi HIV/AIDS karena kerap kali tanda itu baru terlihat berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun kemudian.

“Gejalanya tidak terlihat, kebanyakan itu sudah tahunan baru muncul tanda seperti badan semakin kurus, imun atau kekebalan tubuh menurun, kelelahan, berkeringat pada malam hari, infeksi berulang, batuk kering, muncul ruam pada kulit, dan sariawan,” tegasnya.

Kendati demikian, bila ditemukan tanda-tanda seperti itu ia menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, idealnya tiga bulan hingga enam bulan sekali, untuk mengetahui apakah tubuh bebas dari virus HIV.

"Setelah adanya obat ARV untuk ODHA, HIV/AIDS yang selalu dicap sebagai penyakit mematikan ini dianggap jadi penyakit kronis yang bisa dikontrol selama mengonsumsi oabat secara rutin dan menerapkan pola hidup sehat dan bersih," tandasnya.(nda)